ETOS KERJA
Oleh : Heriningsih, Rohmatul Badiah dan Khotimatul Husna
BAB I PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi, persaingan
kerja yang semakin meningkat memaksa setiap orang untuk menguasai keahlian dan
kemampuan tertentu (Wills, 1993). Untuk dapat menjawab tantangan ini diperlukan
adanya dedikasi, kerja keras dan kejujuran dalam bekerja. Menurut Anoraga
(1992) manusia yang berhasil harus memiliki pandangan dan sikap yang menghargai
kerja sebagai sesuatu yang luhur untuk eksistensi manusia. Suatu pandangan dan
sikap demikian dikenal dengan istilah Etos Kerja. Dewasa ini Etos Kerja
merupakan topik yang kembali hangat. Telah sekian lama Indonesia selalu
berkutat dengan masalah korupsi, ”jam karet”, asal kerja, semrawut dan predikat
negatif lainnya. Berbeda dengan kondisi di negara Jepang, yang menjadikan kerja
sebagai sesuatu yang sangat mulia, dan kualitas kerja merupakan nilai-nilai
penting yang didasari spiritualitas agama (Anoraga, 1992).
Agama Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan
al-Hadits sebagai tuntunan dan pegangan bagi kaum muslimin mempunyai fungsi
tidak hanya mengatur dalam segi ibadah saja melainkan juga mengatur umat dalam
memberikan tuntutan dalam masalah yang berkenaan dengan kerja.
Bekerja adalah manifestasi amal shaleh. Bila
kerja itu amal shaleh, maka kerja adalah ibadah. Dan bila kerja itu ibadah,
maka kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari kerja. Bukankah Allah SWT
menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya
tidak berlebihan bila keberadaan seorang manusia ditentukan oleh
aktifitas kerjanya. Allah SWT berfirman :
©!$# w çÉitóã
$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçÉitóã $tB öNÍkŦàÿRr'Î/
3
!
“
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib manusia sebelum mereka mengubah
apa yang ada pada dirinya. ( QS. Ar-rad(13) : 11
Dalam ayat lain diungkapkan pula :
br&ur }§ø©9 Ç`»|¡SM~Ï9 wÎ) $tB 4Ótëy ÇÌÒÈ
“ dan bahwasanya seorang manusia tidak akan
memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”. (QS. An-Najm(53) : 39
Rasulullah SAW
bersabda: “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan
beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.” Dalam ungkapan
lain dikatakan juga, “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah,
Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik
dari pada mukslim yang lemah. Allah menyukai mukmin yang kuat bekerja.”
Nyatanya kita kebanyakan bersikap dan bertingkah laku justru berlawanan dengan
ungkapan-ungkapan tadi.
Suatu opini untuk menggambarkan
kondisi Etos Kerja bangsa kita saat ini dinyatakan oleh Muhtadi (2005) bahwa
kondisi masyarakat kita kurang memiliki Etos Kerja. Secara khusus Muhtadi
menyoroti kondisi perguruan tinggi dan sekolah di Indonesia. Sebagai lingkungan
organisasi yang berfokus pada tujuan utama mendidik serta mengembangkan ilmu pengetahuan,
perguruan-perguruan tinggi dan sekolah-sekolah sering ditemui sebagai
organisasi yang kurang efektif dalam mencapai sasarannya karena kinerja
individu-individu yang terlibat didalamnya tidak didukung oleh Etos Kerja yang
baik. Sepertinya Etos Kerja di Indonesia relatif masih belum tinggi. Untuk
dapat meningkatkan Etos Kerja ini, diperlukan adanya suatu sikap yang menilai
tinggi pada kerja keras dan sungguh sungguh. Karena itu perlu ditemukan suatu
dorongan yang tepat untuk memotivasi dan merubah sikap rakyat kita. Nilai-nilai
sikap dan faktor motivasi yang baik menurut Anoraga (1992) bukan bersumber dari
luar diri, tetapi yang tertanam/terinternalisasi dalam diri sendiri, yang
sering disebut dengan motivasi intrinsik.
Manusia merupakan mahluk sosial yang
bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri saja, tetapi juga
untuk melayani sesama. Melalui pekerjaan, kita bekerjasama dan melayani teman
sekerja, memenuhi kebutuhan keluarga, mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan
negara (Anoraga, 1992). Untuk mempermudah tercapainya berbagai tujuan ini di
dalam masyarakat, maka manusia berkumpul untuk bekerja secara bersama-sama dan
terbentuklah berbagai organisasi.
Setiap organisasi diatur dan
dikelola oleh manusia. Tanpa adanya manusia yang mengelola dan bekerja, suatu
organisasi tidak dapat eksis di tengah tengah masyarakat (Cascio, 2003). Setiap
organisasi memiliki tujuan bersama yang tertuang dalam visi dan misi
organisasi. Untuk mencapai tujuan ini organisasi menerapkan filosofi,
kebijakan, serta target. Filosofi, target, dan kebijakan-kebijakan yang
ditetapkan oleh organisasi dibuat agar dapat mensejajarkan arah pencapaian,
tujuan, dan nilai-nilai yang terdapat dalam individu sebagai anggota organisasi
dengan tujuan organisasi itu sendiri. Hal ini dikenal dengan istilah
penjajaran/alignment (Wills, 1993). Proses penjajaran ini tentunya akan
mempengaruhi individu dalam memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri,
karena apa yang ditanamkan oleh organisasi pada individu merupakan suatu harapan
yang bernilai ideal atas dirinya.
II. Pengertian Etos Kerja
Secara etimologis, etos berasal dari
bahasa Yunani ( ethos) yang artinya sikap, kepribadian, watak, karakter, serta
keyakinan atas sesuatu. Sikap tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga
oleh kelompok bahkan masyarakat, sedangkan etos kerja diartikan semangat kerja
yang menjadi cirri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Etos
dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh budaya, serta system nilai yang
diyakininya. Dari etos ini, dikenal pula etika, etiket, yang hampir mendekati pada
pengertian ahklak atau nilai-nilai yang berkenaan dengan baik-buruk ( moral),
sehingga dalam etos tersebut terkandung gairah atau semangat yang amat kuat
untuk mengerjakan sesuatu secara optimal, lebih baik, dan bahkan berupaya untuk
mencapai kualitas kerja yang sesempurna mungkin.
Dalam etos tersebut, ada semacam
semangat untuk menyempurnakan segala sesuatu dan menghindari segala kerusakan
sehingga setiap pekerjaannya diarahkan untuk mengurangi bahkan menghilangkan
sama sekali cacat dari hasil pekerjaannya. Sekap seperti ini di kenal dengan
ihsan, sebagaimana Allah menciptakan manusia dalam bentuknya yang paling
sempurna ( fi ahsani taqwim ). Senada dengan ihsan, dalam al – qur’an ditemukan
pula kata-kata itqan yang berarti proses pekerjaan yang sangat
bersungguh-sungguh, akurat dan sempurna.
Firman Allah QS. An-Naml : 88 )
ts?ur tA$t7Ågø:$# $pkâ:|¡øtrB ZoyÏB%y` }Édur ßJs? §tB É>$ys¡¡9$# 4 yì÷Yß¹ «!$# üÏ%©!$# z`s)ø?r& ¨@ä. >äóÓx« 4 ¼çm¯RÎ) 7Î7yz $yJÎ/ cqè=yèøÿs?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar